Friday, June 27, 2014

Drama

1. Pengertian Drama

    Drama berasal dari bahasa Yunani “draomai” yang artinya berbuat, berlaku, bertindak, atau beraksi. Drama adalah karya sastra dalam bentuk dialog yang dipertontonkan di atas pentas oleh tokoh-tokoh dengan watak masing-masing.

2. Pengertian Naskah/Teks Drama

    Naskah drama adalah karya fiksi yang memuat kisah atau lakon. Naskah yang lengkap, terbagi atas babak dan adegan-adegan.
Pada hakikatnya naskah drama melakonkan perilaku manusia. Kita dapat memahami watak-watak tokoh di dalamnya, berikut konflik antartokoh yang ditimbulkan berdasarkan perbedaan watak.

3. Unsur-unsur Pembangun Naskah Drama
  
   Unsur intrinsik adalah unsur pembangun dari dalam karya sastra, dalam hal ini adalah teks drama. Unsur intrinsik teks drama meliputi:

a. Tema
b. Penokohan (pelaku dan perwatakan)
c. Dialog
d. Konflik
e. Alur atau plot
f. Latar (setting)

MATERI DRAMA

    Drama adalah karya seni berupa dialog yang dipentaskan. Drama kerap dimasukkan dalam ranah kesusasteraan karena menggunakan bahasa sebagai media penyampai pesan.
Menurut jenisnya, pementasan drama dapat digolongkan menjadi empat macam yaitu drama tragedi, drama komedi, melodrama, dan dagelan.

1. Drama tragedi adalah drama yang melukiskan kisah sedih. Tokoh-tokohnya menggambarkan kesedihan. Tokoh dalam drama tragedi ini disebut tragic hero artinya pahlawa yang mengalami nasib tragis.
2. Drama komedi adalah drama yang bersifat menghibur, di dalamnya terdapat dialog kocak yang bersifat menyindir , dan biasanya berakhir dengan kebahagiaan. Tokoh-tokoh dalam drama jenis ini biasanya tolol, konyol, atau bijaksana tetapi lucu.
3. Melodrama adalah cerita yang sentimental. Artinya tokoh dan cerita yang disuguhkan mendebarkan dan mengharukan. Tokoh dalam jenis drama ini biasanya digambarkan hitam-putih. Tokoh jahat digambarkan serba jahat, sebaliknya tokoh baik digambarkan sangat sempurna baiknya hingga tidak memiliki kesalahan dan kekurangan sedikit pun.
4. Dagelan (farce) adalah drama kocak dan ringan. Alurnya disusun berdasarkan perkembangan situasi tokoh. Isi cerita biasanya kasar dan fulgar. Drama jenis ini juga disebut komedi murahan atau komedi picisan.

    Berdasarkan teknik pementasannya, drama dibedakan atas drama bentuk drama tradisional dan drama modern. Drama tradisional adalah seni drama yang berakar dan bersumber dari tradisi masyarakat, bersifat spontan dan improvisatoris.
Sedangkan drama modern adalah drama yang bertolak dari hasil sastra yang disusun untuk suatu pementasan. Jadi, perbedaan utama antara drama tradisional dengan drama modern terletak pada tidak ada atau adanya naskah.

Drama tradisional dapat dikelompokkan menjadi:

1. Drama Tutur (lisan dan belum diperankan): kentrung, dalang jemblung,
2. Drama Rakyat (lisan, spontan, dan cerita daerah): randai, kethoprak,
3. Drama Wayang/klasik (segala macam wayang): wayang kulit, wayang beber, wayang golek, wayang orang, langendriyan,
4. Drama Bangsawan (dipengaruhi konsep teater Barat dan ditunjang pengaruh kebudayaan melayu dan Timur Tengah): komedi bangsawan, komedi stambul.

Drama modern dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

1. Drama Konvensional (sandiwara) adalah drama yang bertolak dari lakon drama yang disajikan secara konvensional.
2. Drama Kontemporer (teater mutakhir) adalah drama yang mendobrak konvensi lama dan penuh dengan pembaharuan, ide-ide baru, gagasan baru, penyajian baru, penggabungan konsep Barat-Timur.

Dalam Kurikulum 2006, analisis drama banyak diarahkan pada analisis tentang penokohan.
Tokoh dalam drama dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:

1. Berdasarkan peran terhadap jalan cerita, ada tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tokoh tritagonis.

    a. Tokoh protagonis adalah tokoh utama cerita yang pertama-tama menghadapi masalah. Tokoh ini biasanya didudukkan penulis sebagai tokoh yang memperoleh simpati pembaca/penonton karena memiliki sifat yang baik.
    b. Tokoh antagonis adalah tokoh penentang tokoh protagonis.
    c. Tokoh tritagonis disebut juga tokoh pembantu, baik membantu tokoh protagonis maupun antagonis.

2. Berdasarkan peran dalam lakon serta fungsinya, ada tokoh sentral, tokoh utama, dan tokoh pembantu.

    a. Tokoh sentral adalah tokoh-tokoh yang paling menentukan gerak lakon. Tokoh sentral merupakan biang keladi pertikaian. Dalam hal ini tokoh sentral adalah tokoh protagonis dan tokoh antagonis.
    b. Tokoh utama adalah pendukung atau penentang tokoh sentral. Mereka dapat berperan sebagai perantara tokoh sentral. Dalam hal ini, yang berperan sebagai tokoh utama ialah tokoh tritagonis.
    c. Tokoh pembantu yaitu tokoh-tokoh yang memegang peran pelengkap atau tambahan dalam mata rantai cerita. Kehadiran tokoh pembantu ini hanya menurut kebutuhan cerita. Tidak semua lakon drama menghadirkan tokoh pembantu.


credit: Bahan ajar bahasa Indonesia

Friday, May 24, 2013

Laporan Perencanaan dan Pelaksanaan Kewirausahaan

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan yang berjudul “Laporan Perencanaan dan Pelaksanaan Kewirausahaan” ini.
            Adapun tujuan kami membuat makalah laporan ini adalah guna memenuhi tugas praktek Kewirausahaan yang ada di lingkungan sekolah kami, yaitu SMK Fahd Islamic School.
            Terima kasih kami ucapkan kepada rekan-rekan dan guru kami yang telah membantu dan mendukung terselesainya makalah ini.
Dalam penulisan laporan ini, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari kesalahan. Namun, apabila masih ada kesalahan dan kekurangan, kami mohon maaf. Kami juga mohon kritik dan saran yang membangun.
Akhirnya, kami harap laporan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kami khususnya dan pembaca pada umumnya.









Bekasi, Mei 2013


Penulis







Daftar Isi


Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I: Pendahuluan
A.    Latar Belakang
B.     Tujuan
BAB II: Aspek Pasaran dan Pemasaran
A.    Pemasaran
B.     Produk dan Harga
C.     Prospek Pasaran dan Pemasaran
D.    Strategi Pemasaran
E.     Keunggulan
BAB III: Aspek SDM
            A. Kelebihan dari masing-masing anggota
BAB IV: Aspek Peralatan dan Perlengkapan
A.    Letak dan Lokasi
B.     Peralatan yang Digunakan
BAB V: Perencanaan Keuntungan Usaha
BAB VI: Hasil Usaha
BAB VII: Kesimpulan
Lampiran:
            Foto Produk
            Foto Pengerjaan
            Foto Kegiatan Usaha yang sedang berlangsung
            Brosur Pemasaran




BAB I
Pendahuluan

A.    Latar Belakang

Kewirausahaan berasal dari kata Entrepreneur, menurut Savary (1723) dalam bukunya yang terkenal, “Kamus Dagang” Entrepreneur adalah orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang (guna ekonomi) itu akan dijual.

Adapun ciri-ciri seorang entrepreneurship adalah:
a)      Mengendalikan secara internal
b)      Sangat kuat
c)      Sangat ingin berprestasi
d)     Toleran
e)      Percaya diri
f)       Berorientasi kerja

Ada beberapa jenis entrepreneurship, yaitu Intrapreneurship, Ultrapreneurship, dan Ecopreneurship. Intrapreneurship adalah pengembangan perilaku kewirausahaan dalam lingkup internal organisasi yang lebih besar (dalam bentuk korporat). Ultrapreneurship adalah seorang entrepreneur yang pandai dalam melakukan persekutuan strategic. Jika Ecopreneurship, adalah perilaku seseorang kewirausahaan yang mempertimbangkan aspek lingkungan. Contohnya McDonal Singapura.

Seorang wirausaha harus mempunyai sifat dasar dan kemampuan sebagai berikut.
a)      Wirausaha adalah seorang pencipta perubahan.
b)      Wirausaha adalah seorang yang selalu melihat perbedaan, baik antar orang maupun antar fenomena kehidupan sebagai peluang dan kesulitan.
c)      Wirausaha adalah orang yang cenderung mudah jenuh terhadap segala kemampuan hidup, kemudian bereksperimen dengan adanya pembaharuan.







Oleh karena itu, dalam usaha mengembangkan bakat siswa dalam bidang kewirausahaan, siswa dilatih untuk mempraktekkan kewirausahaan yang diberi tugas untuk mampu menghasilkan produk berupa pernak-pernik yang nantinya dijual kepada konsumen, dan siswa/i juga diharuskan dapat membuat laporan kegiatan praktek tersebut.

Guna memenuhi tugas tersebut, kami melakukan praktek menjual pernak pernik. Selama melaksanakan praktek menjual pernak-pernik tersebut, akhirnya kami memperoleh data-data yang cukup untuk membuat laporan kegiatan praktek kewirausahaan ini. Laporan ini kami susun dengan rasa kebersamaan, jujur, dan tanggung jawab.



B.     Tujuan
1.      Tujuan Umum
a)      Meningkatkan jumlah wirausaha yang berkualitas.
b)      Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
c)      Membudayakan semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan di kalangan masyarakat yang mampu, andal dan unggul.
d)     Menumbuhkembangkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap masyarakat

2.      Tujuan Khusus
Adapun kami membuat laporan ini adalah untuk:
a)      Untuk memenuhi tugas Kewirausahaan
b)      Siswa dapat meningkatkan kreatifitas
c)      Melatih mental untuk menjadi wirausahawan
d)     Menambah pengalaman dalam berwirausaha
e)      Menanamkan jiwa kewirausahaaan dalam diri siswa









BAB II
Aspek Pasaran dan Pemasaran

A.    Pemasaran
Sasaran kami untuk menjual produk kami adalah kepada anak satu kelas, satu jurusan, kakak kelas, staff TU atau guru yang ada disekolah kami. Keunggulan yang paling menonjol dari produk kami adalah harga produk kami lebih murah dalam kategori pernak-pernik ini, dan kami satu-satunya kelompok yang menjual pin emoticons.

B.     Produk dan Harga
Berikut adalah Produk dan Harga yang kami tawarkan:
a)      Gelang Warna-Warni       :           Rp. 3.000
b)      Gelang Paris                     :           Rp. 2.000
c)      Pin Emoticons                  :           Rp. 1.000
d)     Pulpen Lucu                     :           Rp. 2.000

C.    Prospek Pasaran dan Pemasaran
Sasaran kami adalah:
a)      Siswa/i di sekolah kami
b)      Staff/Guru di sekolah kami
c)      Teman dan sahabat satu angkatan
d)     Kakak kelas di sekolah kami

D.    Strategi Pemasaran
Kami memasarkan produk kami dengan metode mulut ke mulut dan menempelkan brosur disetiap lantai dan mading sekolah.

E.     Keunggulan
Keunggulan Produk kami adalah:
a)      Bentuknya unik dan lucu
b)      Kualitas produk bagus
c)      Sangat trendy di kalangan remaja anak sekolah
d)     Dan harga yang relative murah
e)      Kami juga menjual pin berbentuk emoticon yang hanya ada di kedai kami


BAB III
Aspek SDM


Berikut adalah anggota dari kelompok kami dengan masing-masing tugasnya:

1.      Anisa Irawati             : Membantu mencari produk yang sesuai
2.      Dinda Yase               : Membantu mengatur keuangan
3.      Elsa Andriyani          : Membuat makalah dan brosur
4.      Kurnia Diah              : Membantu dalam pendokumentasian kegiatan
5.      Mudyastuti Intan      : Membantu mempromosikan produk

Berhubung karena kelompok kami kebagian untuk menjual pernak-pernik. Dan kami hanya menjual kembali pernak-pernik yang sudah kami beli. Jadi, tidak ada tugas khusus yang diberikan untuk kelompok kami.





















BAB IV
ASPEK PERALATAN DAN PERLENGKAPAN

A.    Letak Lokasi
a)      Kantin Sekolah
b)      Di lingkungan sekolah
c)      Menawarkan ke kelas kami sendiri


B.     Peralatan
Karena produk kami merupakan hasil pembelian dari agent, jadi kami hanya menyebutkan peralatan yang kami gunakan saat penjualan berlangsung.

a)      Pernak-Pernik lucu
b)      Meja
c)      Plastik
d)     Brosur
e)      Lem
f)       Lakban
g)      Kamera
h)      dll.


















BAB V
PERENCANAAN KEUNTUNGAN USAHA


Modal utama yang kami gunakan untuk membeli produk merupakan hasil dari patungan masing-masing anggota yang berjumlah 5 orang sebesar Rp20.000, jadi modal keseluruhan terkumpul Rp100.000. Dan pengeluaran yang kami gunakan untuk membeli produk adalah sebesar Rp83.000. Jadi  modal kami yang tersisa sebesar Rp17.000.

Berikut rincian keuangan mulai dari modal dan pengeluaran:

Modal Utama                    :           Rp100.000

Pengeluaran
2 Gelang Paris                   :           Rp27.000/lusin
Gelang Warna-Warni        :           Rp18.000/lusin
Pulpen Lucu                      :           Rp15.000/lusin
2 Pack Pin Emoticons       :           Rp20.000/lusin
                                                                                 +
                                                Rp83.000,00

Jadi sisa modal kami yaitu Rp17.000.

       Kami mendapatkan pendapatan yang lumayan besar, yaitu Rp142.000 yang dihasilkan dari penjualan:
                             
·         20 Gelang Paris        :   Rp40.000,-
·         12 Gelang Warna/I   :   Rp36.000,-
·         44 Pin Emoticons     :   Rp44.000,-
·         Pulpen Lucu             :   Rp24.000,-
+
                                                 Rp144.000,-


Jadi keuntungan yang kami dapatkan adalah 144 ribu – 83 ribu = Rp61.000,-





BAB VI
HASIL USAHA


      Kami berdagang hari Rabu, 22 Mei 2013 pukul 09.30WIB pada saat jam istirahat dimulai sampai 10.00WIB. Pada saat dikelas, banyak teman-teman kami yang berebutan untuk memesan gelang dan pulpen yang kami jual. Kami ragu untuk mengiyakannya, tapi mereka memaksa, jadi kami pun memisahkan barang pesanan mereka.

      Selama kami berdagang, awalnya kami takut tidak laku karena pernak-pernik sudah ada dikantin dan banyak yang tidak berminat. Tapi banyak yang membeli produk kami terutama teman sekelas. Bahkan sebelum kami berjualan di kantin, teman sekelas sudah banyak yang memesan produk kami. Sehingga hanya tersisa pin emoticons dan pulpen. Itupun juga sudah habis terjual walaupun banyak barang yang rusak. Kakak kelas pun sempat marah karna kehabisan gelang-gelang. Jadinya mereka pun tidak jadi beli.

      Ada beberapa pin emoticons yang belum habis terjual, kami kebingungan pada saat itu. Dan kami pun mencoba menawarkannya kepada setiap orang yang lewat di depan kedai kami. Lalu kelompok di kedai sebelah mencoba bertukar produk dengan cara kami saling membeli produk masing-masing dengan harga yang sama. Kami pun membeli pudding mereka, dan mereka membeli beberapa pin emoticons kami.

      Karna masih ada pin emoticons yang tersisa, kami mencoba beralih ke ruang TU dan ruang guru. Kak tasu’ah dan guru baru juga membeli beberapa pin emoticons kami. Walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak. Masalah pada saat kami berjualan adalah saat kami menempelkan brosur sebelum istirahat, tetapi beberapa dari brosur itu sudah ada yang disobek dan dicoret-coret. Pada saat itu kami merasa pesimis, tapi akhirnya itu tidak mempengaruhi penjualan produk kami. Dan kami mendapat untung besar.










BAB VII
KESIMPULAN

Kesimpulan dari kegiatan praktek kewirausahaan ini sangat berarti bagi kelompok kami, kami jadi lebih mandiri dan mampu menentukan keputusan yang baik dan tepat dalam sebuah organisasi yang terbilang cukup rumit untuk membuat suatu keputusan. Dan kami mampu menentukan suatu harga produk yang harganya bersahabat oleh kantong anak sekolah. Para siswa dalam melakukan kegiatan praktek kewirausahaan dapat memperoleh pengalaman-pengalaman dalam kegiatan usaha sebagai berikut:
a)      Siswa dapat melakukan kegiatan penjualan secara langsung dalam lingkungan sekolah
b)      Siswa dapat menerapkan cara dan teknik menawarkan barang kepada pembeli.
c)      Siswa mendapat pengalaman lebih dalam bidang kewirausahaan
d)     Siswa dilatih untuk mengenali dan menghadapi bermacam tipe konsumen
e)      Melatih siswa untuk bermental yang kuat sebagai wirausaha.


















Lampiran
A.    Foto Kegiatan Usaha yang sedang berlangsung




Staff TU dan guru juga membeli produk kami





 

Elsa Kim's Blog Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Azis Kurniawan Image by Elsa Kim Andriyani